Sayuran Organik dan Manfaatnya
Sayuran organik, yang muncul seiring dengan maraknya kampanye "Back to Nature" yang dilakukan di berbagai belahan bumi, kini sedang ramai dibicarakan. Sayuran organik sukses mendapatkan perhatian dari publik karena kelebihannya yang tidak menggunakan bahan kimia sama sekali. Hasilnya, walau dibandrol dengan harga yang lebih mahal, sayuran organik memiliki peminat yang sangat banyak. Namun banyak dari mereka mengira bahwa sayuran organik adalah sebuah inovasi baru.
Pada kenyataannya, sayuran organik sama sekali bukan hal yang baru. Metode menanam sayuran ini terinspirasi dari apa yang dilakukan oleh nenek moyang kita, yang menanam sayuran dengan cara alami tanpa bahan kimia sebagai pembantu tumbuh kembang tanaman. Lalu, apakah perbedaan antara sayuran organik dan non-organik ?
Perbedaan
Pupuk :Sayuran produksi konvensional menggunakan pupuk berbahan kimia untuk mempercepat pertumbuhan tanaman, sedangkan tanaman organik hanya menggunakan pupuk alami seperti pupuk kandang atau kompos.
insektisida : Tanaman pangan pada umumnya disemprot dengan insektisida berbahan sintetis. Sedangkan Sayuran organik menggunakan insektisida berbahan alami, yang dapat mengatasi masalah hama dan serangga.
Gulma : Produk konvensional menggunakan herbisida untuk mengatasi masalah gulma, sementara organik menggunakan tanaman lain, mengolah tanah, penyiangan, merotasi tanaman, dll untuk mematikan atau mengendalikan gulma.
Kelebihan
Sayuran organik mengandung pestisida lebih sedikit dibanding non-organik
Pestisida adalah bahan kimia seperti fungisida, herbisida, dan insektisida. Bahan kimia ini banyak digunakan dalam pertanian konvensional. Satu zat berbahaya dalam pestisida adalah residu. residu menempel pada tanaman yang kita berikan pestisida dan tak bisa hilang dengan mudah. Bahkan sisa pestisida ini tidak bisa dihilangkan dengan proses mencuci, karena bisa terserap oleh akar dan mengendap didalam tumbuhan. Residu pestisida ini merupakan neurotoksin yang meracuni syaraf.
Karena sayuran organik terbebas dari bahan kimia, tanaman pangan organik pasti lebih sehat dalam jangka panjang.
Sayuran organik lebih tahan lama dan juga lebih segar
Sayuran organik biasanya lebih segar dan lebih lezat saat dimakan. Sayuran yang dibudidayakan secara alami ini juga bisa bertahan lebih lama, sehingga sekaligus meminimalisasi penggunaan bahan pengawet.
Sayuran organik juga lebih bergizi
Selain memiliki rasa yang relatif lebih lezat, sayuran organik memiliki kandungan nutrisi yang lebih tinggi. Tak hanya itu, buah-buahan dan sayuran organik juga memiliki kandungan 27% vitamin C , 21% Zat besi , 29% magnesium ,13.6% fosfor , dan 18% polyphenol lebih tinggi dibandingkan non-organik.
Penelitian juga telah menemukan bahwa asam salisilat rata-rata lebih banyak 600% di dalam sup organik. Sup wortel organik mengandung 1.040 nanogram salisilat, dibandingkan dengan sup wortel non-organik yang hanya 20 nanogram. Daging organik juga sedikit mengandung lemak jenuh, dan yang lebih banyak adalah lemak sehat.
Tidak mengandung antibiotik
Hewan organik tidak diberikan antibiotik, hormon pertumbuhan, atau Sayuran buatan dari bahan sampingan/limbah. Penggunaan antibiotik dalam produksi hewan ternak pedaging akan menciptakan strain bakteri baru yang resisten terhadap antibiotik. Hal ini berarti bahwa ketika seseorang jatuh sakit karena strain ini, maka ia akan kurang merespon terhadap pengobatan antibiotik.
Tidak ada rekayasa genetika
Dengan kemajuan teknologi, rekayasa genetika untuk pangan kini sudah menjadi hal yang biasa untuk meningkatkan produksi. Penelitian menyebutkan bahwa tikus dilaboraorium yang diberi jagung hasil rekayasa genetika mengembangkan tumor diotak dan akhirnya mati. Sayuran organik adalah satu-satunya Sayuran yang bebas dari hasil persilangan.
Tentunya, ramah lingkungan!
Mengurangi polusi (udara, air dan tanah), menghemat air, mengurangi erosi, meningkatkan kesuburan tanah, dan menggunakan lebih sedikit energi. Selain itu, pertanian organik lebih baik bagi ekosistem yang berada disekitarnya. Pertanian tanpa pestisida juga lebih aman bagi para petani yang mengelola produksi Sayuran.
Satu hal lagi yang harus diperhatikan, pastikan Anda membeli produk organik dari produsen bersertifikat organik dan terpercaya.